Pria disana, yang membuatku ingin sekali menyentuhnya terutama kehidupannya. Entahlah kenapa aku merasakan hal seperti ini, mungkin aku mulai menyukainya. Menyukai kehidupannya, menyukai tingkah lakunya, menyukai senyumannya, dan menyukai dirinya. Kamu terlalu jauh untuk aku gapai, tapi bolehkah sedikit saja aku merasakan hangatnya cintamu?
Perasaan itu datang dengan polosnya, aku berharap kamu dapat mengartikan rasa ini yah rasa cinta ini. Hey, kamu pria bersenyum indah bolehkah aku mengenalmu? Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat? Tak salahkan bila aku ingin mengenalmu. Bukan wujud tak nyatamu yang aku inginkan tapi kamu wujud aslimu, bukan sekedar mimpi belaka, atau hanya omong kosong belaka.
Sanggupkah aku menggapai mimpi indah itu? Mimpi indah bersamamu adalah hal yang sangat aku inginkan. Tetapi, aku hanya terlalu berharap dan aku dikecewakan oleh harapan itu. Aku tersingkirkan oleh orang-orang yang mampu membuatmu bahagia. Aku tersingkirkan oleh dia, dia yang mencintaimu, yang mungkin mampu membuatmu lebih bahagia. Aku hanya manusia tak berdaya yang tak sanggup mengatakan sejujurnya bahwa aku mencintaimu. Tersentak aku seketika seakan akan tak percaya, saatku lihat kau tlah berdua sebelum sampai diriku melepas rindu. Tak satupun kata terucap ketika ku tanya mengapa? Air mata penyesalan mengalir deras itupun tak bisa menggapai dirimu.
Mungkin benar, kamu hanya mimpi tidur malamku. Aku hanya bisa melihatmu bergandeng tangan dengan dirinya bukan dengan diriku. Entahlah, sakit yang kurasa bukan karena dia karena kau pilih cinta yang salah. Mungkin suatu saat nanti entah itu kapan, aku harap kau dapat mengetahui rasa ini yah rasa cinta itu dan aku hanya bisa mencintaimu dalam diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar