Selasa, 10 April 2012

Selamat Ulang Tahun Alm. Ayahanda tercinta :’)

Untuk Alm. Ayahanda tercinta, kami merindukan ayah disini, dirumah ini 

Ayah, tahu tidak hari ini tanggal berapa? Tanggal 10 bukan? Hari ini ayah berulang tahun yang ke- 52. Sudah semakin tua bukan? jika ayah masih bernafas. Dan sudah semakin lama ayah meninggalkan kami disini.
Ayah, kami merindukan ayah sangat merindukan ayah. Semoga ayah bahagia dan tenang di alam sana dan semoga ayah ditempatkan yang paling indah disurga sana. Terhitung hari ini, sudah 9 tahun ayah tinggalkan kami semua yang sangat menyayangi ayah. Do’apun tidak pernah lupa kami panjatkan untukmu sang Ayahanda tercinta.
Ayah, tentunya engkau melihat kami disana bukan? Bahkan mungkin engkau ada disamping kami sekarang. Ayah, anak perempuan kecilmu ini sangat merindukanmu, anak perempuanmu yang cengeng ini tidak mampu menahan derainya air mata, saat anakmu mengingat sosokmu ayahanda tercinta. Dan kelak anak-anakmu akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang bisa membagakan keluarga maupun orang lain. Seperti apa yang ayah inginkan tentunya.
Ayah, tahu tidak anak perempuanmu ini sangat ingin bertemu denganmu yah walau hanya sebatas mimpi saja. Tapi entah mengapa doaku tak didengar atau mungkin saja belum waktunya aku memimpikan dirimu ayahanda tercinta. Ayah, maaf aku untuk beberapa bulan ini tidak pernah lagi berkunjung ke isatanmu, tentunya kekuburanmu ayah. Karena, teman pria lamaku tidak bisa lagi mengantarkan aku ke makammu, kami telah berpisah ayah sejak peristiwa tanpa pertengkaran itu. Setiap kali, setiap aku mempunyai teman pria pasti tidak pernah aku lupa untuk mengenalkannya kepada ayah. Tapi, tidak untuk sekarang maafkan aku hari ini tidak bisa datang ke tempat peristirahatan terakhirmu ayahanda, seperti yang kau ketahui sebelumnya bukan? Tentu kau mengetahui mengapa aku tidak pernah lagi berkunjung ke singgah sana.
Hari ini tanggal 10 April bertepatan di hari ulang tahun ayah, tidak terasa sudah cukup lama sangat lama ayah meninggalkan kami semua. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikkanmu dan kasih sayangmu. Engkau adalah pahlawan di keluargamu ayahanda, engkau sangatlah hebat, engkau sangatlah bijaksana. Ayah, engkau tidak akan pernah terlupakan dihati kami selamanya ayahku yang sangat dicintai.
Terimakasih banyak atas pengorbanan ayah semasa hidup. Terimakasih telah menjadi pahlawan bagi keluargamu dan juga bagi orang lain. Dan terimakasih ayah telah mengenalkanku kepada dunia. Happy Birthday Failed MyDad, You are my Herro I LOVE YOU SO MUCH DAD :* :’)

Minggu, 08 April 2012

Ketika tangan tak mampu menggapainya

Ingin sekali ku menggapai mimpi-mimpi indah itu, yah terutama menggapai cinta yang mungkin tak akan ku gapai.
Pria disana, yang membuatku ingin sekali menyentuhnya terutama kehidupannya. Entahlah kenapa aku merasakan hal seperti ini, mungkin aku mulai menyukainya. Menyukai kehidupannya, menyukai tingkah lakunya, menyukai senyumannya, dan menyukai dirinya. Kamu terlalu jauh untuk aku gapai, tapi bolehkah sedikit saja aku merasakan hangatnya cintamu?
Perasaan itu datang dengan polosnya, aku berharap kamu dapat mengartikan rasa ini yah rasa cinta ini.  Hey, kamu pria bersenyum indah bolehkah aku mengenalmu? Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat? Tak salahkan bila aku ingin mengenalmu. Bukan wujud tak nyatamu yang aku inginkan tapi kamu wujud aslimu, bukan sekedar mimpi belaka, atau hanya omong kosong belaka.
Sanggupkah aku menggapai mimpi indah itu? Mimpi indah bersamamu adalah hal yang sangat aku inginkan. Tetapi, aku hanya terlalu berharap dan aku dikecewakan oleh harapan itu. Aku tersingkirkan oleh orang-orang yang mampu membuatmu bahagia. Aku tersingkirkan oleh dia, dia yang mencintaimu, yang mungkin mampu membuatmu lebih bahagia. Aku hanya manusia tak berdaya yang tak sanggup mengatakan sejujurnya bahwa aku mencintaimu. Tersentak aku seketika seakan akan tak percaya, saatku lihat kau tlah berdua sebelum sampai diriku melepas rindu. Tak satupun kata terucap ketika ku tanya mengapa? Air mata penyesalan mengalir deras itupun tak bisa menggapai dirimu.
Mungkin benar, kamu hanya mimpi tidur malamku. Aku hanya bisa melihatmu bergandeng tangan dengan dirinya bukan dengan diriku. Entahlah, sakit yang kurasa bukan karena dia karena kau pilih cinta yang salah. Mungkin suatu saat nanti entah itu kapan, aku harap kau dapat mengetahui rasa ini yah rasa cinta itu dan aku hanya bisa mencintaimu dalam diam.