Sabtu, 26 Mei 2012

Kamu penyebab tawa dan tangisku!


Untuk penyebab tawa dan tangisku,

Ku mengingat kembali semua kenangan-kenangan itu, yah kenangan yang menurutku terlalu indah tuk dilupakan dan terlalu sakit tuk dikenang. Lalu, kupandangi lagi foto-fotomu yang masih ku simpan di laptopku maupun di handphoneku. Ku ingat lagi dulu kamu yang memberikan tawa di hidupku dan Ku ingat lagi sosokmu yang telah hancurkan aku.

Sudah berapa bulan kiranya saat peristiwa itu terjadi, peristiwa saat kamu memutuskan untuk tidak bersamaku lagi dan memilih jalan sendiri. Bukan karena pertengkaran hebat seperti layaknya sepasang kekasih yang mengakhiri dengan pertengkaran, tapi karena mungkin cinta yang ternyata diam-diam berkhianat atau mungkin saja karna sepihak merasa jenuh. Entahlah akupun tak memahami semuanya, dialah yang memutuskanku tanpa alasan yang jelas seperti seorang tawanan yang dituduh tanpa ada alasan yang logis. Ataukah mungkin karena pihak ketiga? Yang selalu menghantui pikiranmu sehingga kamu merasa jenuh kepadaku, meskipun kalah itu dia tahu bahwa aku saat itu masih bersama mengandeng masa depan denganmu.

Mungkin saja sederetan pesan singkat yang mengisi inbox handphonenya, terselip pesan singkat dari wanita yang menyukaimu. Dan ketika semua telah terjadi, tahukah kamu bagaimana perasaanku saat itu? Rasanya seperti aku dipermainkan layaknya boneka barbie, dan saat itu aku masih saja tetap bertahan dengan rasa ini. Entahlah apa itu semua benar adanya? Dan tak lama setelah peristiwa itu aku mendengar kabar, kabar yang membuatku merasa down sangat sangat down. Yah, kabar itu ternyata kau telah menggandeng wanita lain yang ternyata dialah orang ketiganya? Tahukah kamu bagaimana perasaanku saat mendengar kabar itu? Rasanya seperti tak percaya, secepat itukah kamu melupakan kenangan yang dulu pernah kita jalani bersama, secepat itukah kau mencari penggantiku? Dan melupakanku?

Air matapun tak dapat habis dan terurai, sunyiku rasa dalam hidupku tak mampu membuatku tuk melangkah. Masih ku ingat indah senyummu yang selalu mampu membuatku mengenangmu. Kamu..... tetaplah pria baik yang sama seperti pertama kali kukenal. Walau saat itu kau telah menghancurkan semuanya, mengancurkan mimpi indah kita yang baru kita bangun. Engkau masih yang terindah, indah didalam hatiku mengapa kini sakit tak berarti yang seperti ini? Apa salahku kau buat begini? Menangispun ku tak mampu, hanya sisa kenangan terindah dan kesedihanku.

Kau tahu? Sebenarnya aku masih mencintaimu, masih mengharapkan kau tuk kembali kepelukanku. Perasaan yang sakit tapi tetap kokoh untuk bertahan. Mungkin karna aku terlalu cinta? Kita seperti dipermainkan oleh takdir, dan aku belum membaca aturan permainannya. Aku tidak pernah berbohong untuk berkata bahwa aku merindukanmu. Aku tidak menggunakan topeng atau cadar untuk berkata bahwa aku sejujurnya masih mencintaimu. Aku mencintaimu, setulus dan sesederhana itu.
Dan seharusnya kamu mengetahui ketulusan hati ini. Menangispun sudah tidak ada gunanya lagi, walau sekeras apapun perjuanganku, masih saja tidak bisa membuatmu menatap kebelakang yang ada aku selalu tulus mencintaimu apa adanya.